My Blog List

My Blog List

link Facebook "Doel Mahessa Jeenar"

Thursday, September 25, 2014

Kumpulan Kata kata Bijak Dari Film Mahabharata

Kumpulan Kata kata Bijak Dari Film Mahabharata
Oleh : Abdoel Munawar
sumber : Sekartaji
Source of English Quote: Harindranath
Translated by Rachel Hutami

The Book of the Beginning

Whatever is here, is found elsewhere. But what is not here, is nowhere else.
Apa yang tertulis di sini, bisa ditemukan di tempat lain. Tetapi apa yang tidak tertulis di sini, tidak ditemukan pula di tempat lain
Poets have told it before, poets are telling it now, other poets shall tell this history on earth in the future.
Para penyair sudah pernah menceritakannya dulu, para penyair menceritakannya sekarang, para penyair yang lain akan menceritakan sejarah yang terjadi di bumi ini di masa mendatang.
Mortification is not dregs, Vedic study is not dregs, and the nature-given rules of the Veda are not dregs, the vigorous acquisition of wealth is not dregs – but that is what they become when they are beaten by the beings.
Sakit hati bukanlah suatu yang hina, pelajaran agama bukanlah sesuatu yang tidak penting, peraturan agama bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan, semangat mengumpulkan kekayaan juga bukan kesalahan – tapi yang penting adalah akan menjadi apa hal-hal tersebut setelah dipergunakan oleh manusia.
All this is rooted in Time, to be or not to be, to be happy or not to be happy.
Semua ini berakar pada WAKTU, yang akan terjadi atau yang tidak, menjadi bahagia atau bersusah hati.

Sabha Parva (The Book of the Assembly Hall)

“To save a family, abandon a man; to save the village, abandon a family; to save the country, abandon a village; to save the soul, abandon the earth.”
– Vidura quoting Kavya
Untuk menyelamatkan satu keluarga, singkirkanlah satu orang; untuk menyelamatkan sebuah desa, singkirkanlah satu keluarga, untuk menyelamatkan negeri, singkirkanlah satu desa, untuk menyelamatkan jiwa, lepaskan keduniawian.
Discontent is the root of fortune.
– Duryodhana
Ketidakpuasan adalah akar dari kemakmuran

Vana Parva (The Book of the Forest)

Revenge is not always better, but neither is forgiveness; learn to know them both, son, so that there is no problem.
– Prahlada (quoted by Draupadi)
Pembalasan dendam tidak selalu lebih baik, demikian juga dengan pengampunan; belajarlah untuk mengerti keduanya, sehingga kau tidak akan menemui masalah.
A grey head does not make an elder. …. Not by years, not by grey hairs, not by riches or many relations did the seers make the Law: “He is great to us who has learning.”
– Astavakra
Kepala yang beruban tidak membuat orang menjadi sesepuh… bukan karena usia, uban, kekayaan atau koneksi, seorang penguasa menetapkan hukum: “Penguasa yang baik adalah dia yang berpendidikan.”
Be he ever so wise and strong, wealth confounds a man. In my view, anyone living in comfort fails to reason.
– Nahusa (in the form of a boa)
Karena dia dulu sangat bijaksana dan kuat, kekayaan mengacaukan manusia. Menurut pendapat hamba, siapapun yang hidup dalam kenyamanan kehilangan akal budinya.

The Book of Virata

When shown the door, take the door, and put no trust in kings.
— Dhaumya to Yudhisthira
Ketika ditunjukkan pintu, bukalah pintu itu, tapi jangan menaruh kepercayaan kepada para raja/pemimpin
I do not blame you, Maharaja, for hitting an innocent man. For, cruelty comes quick to the powerful.
– Yudhisthira to Virata
Saya tidak menyalahkan Anda, Maharaja, untuk memukul orang yang tak bersalah. Sebab, amarah menghinggapi orang yang berkuasa dengan lebih cepat.

Udyoga Parva (The Book of the Effort)

A man should avoid these six like a leaking boat in the ocean: a teacher who does not teach, a priest who has not studied, a king who fails to protect, a wife who is abusive, a cowherd who wants a village, and a barber who wants a forest.
— Vidura
Seseorang harus menghindari enam hal berikut ini seakan kapal yang bocor di laut: seorang guru yang tidak mengajar, seorang imam yang belum belajar, seorang raja yang gagal melindungi, seorang istri yang kejam, seorang gembala sapi yang ingin menguasai sebuah desa, dan tukang cukur yang ingin menguasai hutan.
Those prone to get drunk get drunk on knowledge, wealth, and good birth; but the same are triumphs of the strict.
—— Vidura
Mereka yang condong untuk mabuk, mabuk karena pengetahuan, kekayaan dan keturunan yang baik; tapi sama dengan keberhasilan yang sesungguhnya.
The poor always eat better: hunger sweetens their dishes, and that is rare among the rich. It is generally found in the world that the rich have no appetite, but the poor, O Indra of kings, digest even wood.
Orang miskin selalu makan lahap: kelaparan membuat makanan mereka terasa lebih manis, dan hal ini jarang terjadi di kalangan orang kaya. Hal yang umumnya ditemukan di dunia orang kaya adalah tidak bernafsu makan; Tetapi masyarakat miskin, O raja , mencerna apapun, bahkan batang kayu.
The intoxication with power is worse than drunkeness with liquor and such, for who is drunk with power does not come to his senses before he falls.
—- Vidura
Mabuk kekuasaan lebih buruk daripada mabuk karena minuman keras dan semacamnya, orang yang mabuk kekuasaan kehilangan akal budi hingga saat sebelum ia jatuh (dari kekuasaan).
Cleverness does not always lead to gain nor stupidity to poverty.
—- Vidura
Kecerdasan tidak selalu membawa keberuntungan begitu juga dengan kebodohan tidak selalu berarti kemiskinan.
Man is not the master of destiny, but a wooden doll that is strung on a string …
— Dhrtarastra
Manusia tidak berkuasa atas takdir, tapi bagai boneka kayu yang tergantung dengan seutas tali
Once war has been undertaken, no peace is made by pretending there is no war.
—- Duryodhana
Setelah perang dimulai, tidak ada perdamaian yang dicapai dengan kepura-puraan seakan tidak ada perang

The Book of the Sleeping Warriors

There are two forces: fate and human effort – All men depend on and are bound by these, there is nothing else.
– Krpa
Ada dua kekuatan: NASIB dan UPAYA – Semua manusia tergantung dan terikat oleh kedua hal ini, tidak ada yang lainnya

The Book of Karna

He is a fool that practices truth without knowing the difference between truth and falsehood.
– Krishna to Arjuna
Adalah suatu kebodohan jika mempraktekkan kebenaran tanpa mengetahui perbedaan antara kebenaran dan kebatilan.
Morality is even so difficult of being understood.
– Krishna to Arjuna
Moralitas bahkan sangat sulit untuk dimengerti

The Book of Peace

Janaka said: Unlimited is my wealth. At the same time I have nothing. If the whole of (my Kingdom) Mithila be consumed in a conflagration, I shall incur no loss of wealth.
Janaka berkata: Kebebasan tak berbatas adalah kekayaanku. Pada saat yang sama aku tidak memiliki apapun. Jika seluruh (Kerajaan) Mithila dilahap api, aku tak akan menderita karena kehilangan kekayaan.
On should practice what one considers to be one’s duty, guided by reasons, instead of blindly following the practices of the world.
– Tuladhara, the mechant to the Brahman Jajali
Dalam mempraktikkan sesuatu yang sudah menjadi kewajiban seseorang, selayaknya dipandu oleh akal budi, bukannya dengan membuta mengikuti kebiasaan yang sudah umum

The Book of the Horse Sacrifice

What thy thyself said unto me at that time (at the approach of the Battle), Kesava, through affection, has, all been forgotten by me … Repeatedly, however, have I been curious on the subject of these truths.
Arjuna to Krishna
Hal yang kau katakan padaku saat itu (saat akan menyongsong Perang), Kesava (Krishna), melalu perasaan kasih, semua terlupakan olehku… Meskipun demikian, secara berulangkali, aku ingin mengerti akan inti dari kebenaran ini.
It is exceedingly disagreeable to me to learn that thou didst not, from folly, receive what I imparted. The recollection of all that I told thee on that occasion will not come to me now.
Krishna to Arjuna
Ini adalah hal yang mengecewakan bagiku untuk mengetahui bahwa kau tidak, karena kebodohan, mengerti apa yang aku ajarkan. Semua hal yang aku katakana padamu pada saat itu tidak akan datang padaku sekarang.
Brahma said: Well, I shall now tell you somehing more. With even a thousand (explanations), one that has a bad understanding succeeds not in acquiring knowledge. One, however, that is endured with intelligence succeeds in attaining happiness, through only a fourth share (of explanations).
– Krishna to Arjuna quoting
Brahma bersabda: Aku mengatakan satu hal lagi padamu sekarang. Meskipun dengan beribu (penjelasan), seseorang yang memiliki pengertian yang buruk tidak akan berhasil memperoleh ilmu. Meskipun demikian, seseorang yang menyimpan akalbudi akan berhasil mencapai kebahagiaan, hanya dengan melalui empat bagian (dari penjelasan).

The Book of the Clubs

All this has Time for its root. Time, is indeed the seed of the universe, O Dhanajaya. It is time again, that withdraws everything at its pleasure.
– Vyasa to Arjuna
Semua ini mempunyai Waktu dari mulanya. Waktu, adalah benih dari segala bidang, O Dhanajaya. Sudah tiba saatnya, Waktu akan mengambil segalanya sesuai kehendaknya

The Book of Ascent to Heaven

Without doubt, all kings, O son, must once see Hell.
– Dharma to Yudhisthira
Tanpa kesangsian, semua raja-raja, harus pernah melihat Neraka


Saturday, September 20, 2014

Exspedisi KOBER ke puncak Gn.SUMBING

Exspedisi KOBER ke puncak Gn.SUMBING

Assalamualaikum,
Berikut Kisah Perjalanan Trip To Mt.Sumbing 
Team KOBER N All Friend From PURWOKERTO 
Berdampingan anggun dan kokoh dengan Gunung Sindoro Yang terletak di jalan raya wonosobo - temanggung jawa tengah, Gunung Sumbing ini mempunyai ketinggian sekitar 3371 mdpl.
Jumat 12 september 2014, kami berangkat menuju Gunung Sumbing. Kali ini Team KOBER ber anggotakan 8 personel,3 orang, saya,achyar,dan zeny dari tegal,dan 5 orang Zein,kupoe2liar,yeni,ntre,dan ridho dari purwokerto....
Jumat Sore setelah Berkumpul di warnet temanku di lebaksiu,saya Bertiga bersama Zeny dan achyar Bersiap untuk perjalanan panjang Tegal - wonosobo dengan kendaraan bermotor,,setelah mengefull bahan bakar, tepat Pukul 06.30 Sore kami meluncur Pelan menyusur jalan Yomani ke Obyek wisata guci,baru setelah masuk Simpar kab.pemalang, kami mulai start dengan kecepatan tinggi, menembus senja melewati jalan berkelok dan kabut tebal yang menutup jalan kami,Sehingga kami harus tetap berhati hati karena jalan gelap oleh pekatnya kabut malam Dan rintik gerimis yang mengiringi sepanjang jalan dari pemalang hingga ke purbalingga,Di depan Perempatan Lampu merah purbalingga kami beristirahat sejenak untuk mencari makanan Di angkringan untuk sekedar mengganjal perut kami.Sambil beristirahat Zeni menghubungi Yeni yang kebetulan bekerja di salah satu PUSKESMAS di wilayah purwokerto, untuk menanyakan tempat agar bisa berkumpul dan melakukan perjalanan bersama menuju ke Wonosobo.Akhirnya Di sepakati kami menunggu yeni dan kawan kawan di POM Bensin Timur Alun Alun Banjar negara.Setelah cukup beristirahat kami bertiga kembali tarik handle gas menuju tempat yang telah di sepakati bersama yeni,,,Akhirnya Setelah satu jam perjalanan kami bertiga sampai Di Lampu merah timur Alun2 Banjar negara Pukul 21.10 wib,kami pun mencari tempat Agar mudah Melihat ketika Rombongan yeni dari purwokerto melintas,,Tak lama setelah Setengah jam kami menunggu Yeni bserta 4 orang temanya pun datang.Dan lengkap sudah Team kami menjadi 8 orang.Setelah sejenak berbincang kamipun mulai kembali melakukan perjalanan,Meluncur cepat menembus malam menuju ke Base camp Gn. Sumbing di Wonosobo,
Gambar 1.team KOBER yang yang melakukan perjalanan pendakian ke Gunung Sumbing..

Pukul 00.30 wib kami tiba di Base camp lama Gn Sumbing,Tapi Di Base camp Lama tak nampak ada satupun pendaki berada di sana,hanya beberapa orang penduduk yang sedang sibuk menyusun  tembakau hasil panen mereka,melihat kami yang sedikit bingung seorang penduduk mendekati rombongan kami dan memberitahu bahwa base camp Sumbing Sementara Pindah di ujung desa Dukuh,dan akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan, sekitar lima menit  kami sampai di base camp sumbing yang baru,


Suasana Base Camp malam itu nampak ramai,Sebagian Ada yg sedang beristirahat dan sebagian lagi ada yang hendak melakukan perjalanan malam itu juga,Tidak sedikit para pendaki Gunung Sumbing yang ada di basecamp,beberapa diantara mereka berasal dari luar Jawa Tengah,bahkan ada sebagian dari luar pulau jawa dan turis Asing.Setelah Memarkir kendaraan dan menurunkan Carrierl di pundak kami,kami pun memutuskan untuk beristirahat karena perjalanan Dari Tegal Ke wonosobo cukup menguras stamina sehingga tidak mungkin kami melakukan perjalanan ke puncak sumbing malam itu juga.
13 September 2014 Pukul 06.00 kami terbangun dari Tidur kami,Wajah teman teman masih nampak letih ,namun itu tak mengurungkan niat kami untuk menapaki terjalnya Gn. Sumbing nan Elok Dan Gagah.Kami sempat mengobrol dengan para pendaki yang sudah turun dari Gunung Sumbing. Mereka memberi saran agar air harus diisi penuh dari basecamp karena di Gunung Sumbing tidak terdapat jalur aliran air ataupun mata air. Maka dari itu, kami memenuhkan jerigen dan kembali mengecek  botol Air mineral tang kami beli di Alfamart untuk memastikan agar tidak kekurangan air minum di perjalanan.Setelah mendata jumlah angota saya pun melakukan Registrasi ke pengurus base camp,dan tak mau menunda waktu terlalu lama ,setelah menyiapkan semua peralatan dan memasukan semua Logistik ke dalam Carrierl, Packing pun Selesai,Saya berserta rombongan Memulai perjalanan dengan memanjatkan Doa kepada Tuhan yg maha Esa,supaya perjalanan kami mendapat keselamatan...Pukul 07.30 wib kami meninggalkan basecamp dan memulai pendakian.Kami memasukin pemukiman penduduk yang rapat.,Setelah itu memasuki kebun-kebun penduduk setempat.

Jalan bebatuan dengan kemiringan yang pariatif dari tanjakan 20˚ hingga 55˚ adalah jalan yang kami pijak dari awal masuk pemukiman penduduk hingga ke Pos 1 MALIM yaitu ujung jalan menanjak berbatu,
Sesuai yng tercantum di basecamp jarak dari basecamp ke pos 1MALIM, 3 km dan biasa di tempuh Sekitar 2 jam perjalanan,pukul 10.30 Saya, Zeny dan yeni sampai lebih dulu Di Pos satu,


Karena 2 orang anggota kami Ntre dan Zein tergolong Baru pertama naik gunung hingga Sambil beristirahat kami yang datang lebih dulu harus sabar menunggu sepasang kekasih itu sampai di pos satu,
Setelah kami Berkumpul 15 menit kemudian kami meneruskan perjalanan Ke Pos II,Kami mulai memasuki hutan dengan jalan tanah yang lumayan menanjak,Untuk mengurangi rasa lelah sambil sesekali berhenti agar perjalanan kami terasa sedikit menyenangkan dan membuat beban yang kami bawa menjadi ringan,Kami mengisi perjalanan sambil bercanda tawa,Dan Tak jarang kami meledek ssepasang kekasih Ntre Dan Zein yang memang Sedikit membuat perjalanan kami menjadi agak lambat..Setelah melewati track yang lumayan panjang Kamipun Sampai Di Pos II Genus Pukul 12.00 Wib,
Kami bertemu dengan 4 Orang Pendaki Asal Tasik Malaya yg sedang beristirahat Di pos dua Suasana Akrab Sekumpulan pendaki pun Tercipta,,
Kami saling Menawarkan Makanan ngobrol Sana sini Untuk Menghilangkan rasa lelah kami.tak berapa Lama kami Duduk Di POs II,Melintas 3 Orang Pendaki Asal Australia yang Berangkat Pukul 05.30 Pagi turun dari Pos III Kami tak menanyakan Apakah mereka sampai di puncak Atau tidak,Sambil tertawa tawa teman ku Zeny Sempat mengajak Photo bareng Bule Tersebut.Setelah Kami merasa Cukup Beristirahat Kami melanjutkan Perjalanan,Dari Pos II inilah Kami mulai Berpencar Saya,Zeny,Kupoe2liar,dan Akhyar Di depan, Sementara yeni dan ketiga temanku dari purwokerto Jauh di belakang,Tapi kami tetap saling menunggu Kalo di antara teman kami tertinggal cukup jauh,agar kami bisa saling tahu keadaan masing masing.Musim panas beberapa bulan terakhir ini memang membuat jalanan Menanjak yang kami lalui Cukup Licin Dan Kepulan debu cukup Memaksa Nafas kami tersengal,Saya Akhyar,Kupoe2liar dan Zeny Terus Melangkah Hingga sampai Di pos III Sedelupak Roto,hanya Sebentar saja Kami beristirahat Di Pos III kami berempat langsung meneruskan perjalanan Ke Pestan Tempat Di mana biasa Para Pendaki Mendirikan Tenda dan Nge camp Di tempat Tersebut...
Dengan nafas terengah kami Meletakan Carrierl Dari pundak,Beristirahat Sambil Menunggu teman2 Yang lain Sampai Di Pestan,Tapi hingga Aku sempat Sebentar memejamkan mata,4 Orang teman ku tak juga kunjung datang,baru beberapa menit kemudian Yeni muncul dengan Nafas ternengah dan wajah yang nampak benar2 letih Di susul tiga orang temanya Zein,Ntre Dan Ridho,.Kami pun Berkumpul lagi Di PESTAN,
Karena Waktu Menunjukan Pukul 15.40 wib saya menanyakan sama Kupoe2liar Apakah kita akan Meneruskan Perjalanan Atau Mendirikan Tenda Di Pestan,Akhyar Berpendapat kalo kita Bisa Sampai di Pasar watu Atau Watu kotak Sebelum Magrib Sebaiknya Kita Melanjutkan Perjalanan,dan akhirnya Saya Dan Zeny mengiyakan Pendapat Akhyar,Takut Kemalaman Kamipun Meneruskan Perjalanan Menuju Pasar Watu,Berharap Untuk Cepat sampai Pasar Watu Sebelum Maghrib Kamipun bergegas Meningggalkan Pestan Menuju Pasar Watu,
 



Jalan Menajak berpasir dan bebatuan Terjal membuat derap langkah Teman teman Kami Melemah,Tapi Demi sampai Di pasar Watu dan memastikan bisa mendirikan Tenda Di sana Aku Semakin mempercepat jalanku,Setelah 1½  jam Perjalanan Yang Cukup menguras Tenaga,Saya,Akhyar,Kupoe2liar dan Zeny Sampai Juga di  Pasar watu,
Subhanallah....gumamku, Karena  Semakin tinggi kami mendaki, semakin luas pemandangan kota Temanggung yang kami dapat,Dan nampak Gunung Sindoro Berdiri dengan gagahnya di depan kami,Sambil menunggu Teman2 yang alin kami mencari Lokasi Untuk Mendirikan Tenda,Namun Tak ada tempat yang Cukup untuk mendirikan 3 buah tenda di tempat tersebut,Lagi pula Pasar watu berada di kawasan Saddle,Hingga angin yang berhembus Di tempat ini Cukup kencang,6 orang Pendaki dari Bekasi yg datang lebih dulu di situ Pun Sepertinya kebingungan mencari Tempat Mendirikan tenda,Di Pasar watu yang Cukup bagus pemandanganya dengan bebatuan besar mengelilingi tempat ini  kami berepat Banyak mengabadikan gambar gambar untuk kenangan.
Angin Mulai berhembus halus membawa hawa dingin di Pasar Watu,Hari semakin Sore Namun 3 orang temanku ,Ntre,Zein dan Ridho tak juga tampak,Akhirnya Pukul 17.30 wib Saya,Zeny,dan akhyar meneruskan Perjalanan Menuju Watu Kotak,Sementara saya meminta Kupoe2liar dan yeni untuk Menunggu teman2 yang lain pasar watu,Sementara saya,achyar dan Zeny menuju Watu kotak Untuk mendirikan Tenda Agar Begitu Mereka Datang kami telah Menyiapkan TempatUntuk Bermalam.
Hari Mulai Gelap  Namun Harapan Dan Semangat Untuk cepat Sampai Di watu kotak tak menyurutkan Langkah ku Demi untuk Mendapatkan Tempat Beristirahat,
Sesampainya Di watu Kotak Sekitar pukul 19.15 wib.Ada 2 Tenda Berdiri di tempat itu,dan tak mau Berlama lama Kamipun Langsung Mendirikan tenda,Setelah dome dan flysheet sudah selesai didirikan,Sambil Menunggu Kupoe2liar dan yang lain,Achyar Menyalakan kompor dan Membuat minuman Jahe hangat,
Baru Selesai kami membuat jahe hangat ,tiba tiba Seseorang Berteriak Dari bawah Meminta Pertololongan,dan ternyata Dia adalah Ridho yang Panik ketika ntre Yang memang Baru pertama kali mendaki Mengalami Hipotermia,Akhirnya Secepat mungkin Aku menyusul mereka yang masih Berada Di Pasar Watu dengan bekal Senter dan Segelas jahe hangat untuk sedikit membuat Tubuh Ntre Pulih...Sesampainya Di Pasar Watu Saya dan Achyar Mendapati Ntre yang Benar benar Terlihat Lemah,,,Dengan sedikit jahe hangat aku menyuruh ntre meminumnya,Ntre mulai Sedikit Segar Pelan Dan Berlahan lahan Akhirnya kami meneruskan Perjalanan, Zein Memapah Ntre Yang Sudah sangat Susah Berjalan,Sementara saya membantu membawa tas Carrierl Milik Zein.
Kondisi Jalan Berbatu menanjak yang Cukup terjal Dan Hawa dingin yang  menusuk tulang,Benar benar membuat kami Harus Menguras tenaga,dan karena merasa tak sabar dengan kondisi  Ntre, Zein  sesekali Menggendong ntre kekasihnya itu.Akhirnya setelah melewati perjuangan Keras kamipun sampai di Tenda,Ntre langsung masuk kedalam Tenda yang sudah kami dirikan,Sementara Kupoe2liar Membangun satu Tenda lagi Untuk beristirahat teman2nya yg lain,Akhirnya beberapa lama Setelah Tenda  berdiri,Dan Ntre sudah Sedikit pulas dan hangat dengan Sleeping Bag Di tenda yang kami dirikan khusus untuk dua orang cewek asal purwokerto ini,Lengkap sudah Jumlah Personel Team Komunitas Berkawan 8 orang,Sebelum kami masuk kedalam tenda kami masing masing ,
Yeni Salah satu cewek yang ada di team kami, memasak Mie instan dan membuat Kopi panas untuk teman teman sambil sesekali bercanda canda Ria untuk mengusir rasa lelah dan hawa dingin yang semakin membuat bibir kami membeku.Malam Semakin larut, Setelah cukup dengan beberapa menu makan Malam dan Jadwal Menuju Puncak Sumbing Pukul 05.00 wib telah di tentukan, Yeni kembali ke tendanya menemani Ntre Yang sudah Pulas tertidur,saya Achyar dan Zeny Tidur Satu tenda, Sementara  kupoe2liar,Ridho,dan Zein,Di tenda satunya lagi...
Angin Berhembus semakin kencang,tapi kami beruntung besarnya batu-batu yang berada di Watu Kotak ini menjadikan “tameng” bagi tempat peristirahatan kami malam itu,hingga sedikit membantu Posisi tenda kami tetap kokoh berdiri biarpun angin sesekali menerjang tenda kami.Malam Berlalu,Rasa Lelah dan kantuk benar Benar Membuat tidur kami lumayan Pulas.
Minggu pagi 14 september 2014 Derap langkah Pendaki pendaki lain yang memilih membuat Camp di Pestan Yang mulai melakukan perjalanan ke puncak membangunkan Tidur kami.Perlahan Ku buka mata,ternyata Hari sudah benar benar terang Matahari bersinar Sudah cukup tinggi,Rencana Perjalanan ke puncak pukul 05 pagi dan bertemu Sunrise pun pupus,Karena  kami terbangun pukul 05.50 wib.Karena hari semakin Siang Kami dan rombongan mempersiapkan bekal Untuk melanjutkan perjalanan ke puncak
,Karena Ntre Tidak bisa ikut Ke puncak Akhirnya Zein pun memutuskan menemani Ntre di tenda Sambil mempersiapkan makanan untuk kami setelah turun dari puncak nanti,Kami Hanya  membawa makanan ringan dan minuman saja, karena puncak Sudah sangat dekat dari Camp kami.
Setelah Melewati track menanjak Yang cukup terjal kamipun sampai Di pertigaan yang Memisahkan Puncak kawah dan Puncak Buntu,

Setelah berphoto Photo sebentar untuk Dokumentasi kami ber 6 Memutuskan melanjutkan perjalanan Ke puncak kawah.
 Kalau kata orang-orang, 
perjalanan menuju puncak Sumbing memang menjatuhkan mental bagi para pendaki gunung.Namun setelah Bersusah payah akhirnya Pukul 07.20 wib kami tiba diatas salah satu tiang tertinggi penyokong langit pulau Jawa.di puncak Buntu Gunung Sumbing . 




Alhamdulillah.. Kata yang pertama kali saya ucap ketika tiba di puncak Gunung Sumbing. Subhanallah.. Puji bagi Allah ketika saya melihat pemandangan kawah Gunung Sumbing dari puncak. terlihat megahnya Gunung Sindoro di depan saya dan betapa luasnya hamparan keindahan alam yang Tuhan telah ciptakan. Saya pun tidak melewatkan momen ini untuk sekedar berfoto,Mengabadikan kekuasaan tuhan Dengan latar Belakang Gn.Sindoro,merbabu,merapi,slamet dan ciremai di sebelah barat Gn.sumbing yang menjulang,hamparan kabut laksana negeri di atas awan,.Setelah puas berfoto untuk dokumentasi dan saling berkenalan dengan para pendaki lain di puncak, akhirnya pada pukul 08.30 wib Saya mengajak teman yang lain untuk turun ,Menengok Dua orang kekasih Di camp  Yang menunggu kami di watu kotak sambil mempersiapkan sarapan pagi buat kami yang muncak.

Sampai di camp Pukul 09.15 wib,Zein dan ntre Sudah Selesai memasak, kami pun sarapan Beristirahat sejenak Sambil sesekali meledek dua orang kekasih yang memang menjadi bahan candaan pelepas lelah kami di Camp.Setelah Beristirahat akhirnya Kami berkemas,Membongkar tenda,Packing,Membersihkan Sisa sisa sampah untuk kami bawa turun.Dan Pukul 10.00 wib kami meninggalkan Puncak Gn.Sumbing dengan perasaan Yang cukup Senang,Biarpun akhirnya kami hanya bisa muncak 6 orang dari 8 personil KOBER yg Ada.Saya Zeny dan Achyar Sampai Di Base camp Pukul 12.35 wib,Karena lama Menunggu Yeni dan kawan kawanDi base camp,Zeny dan Achyar menyusul mereka di Pos I malim,Tapi Tapi tk lama Yeni Dan Kupoe2liar tiba disusul Ridho,dan ternyata Bukan hanya Naik ke puncaknya saja Ntre Dan Zein Kelelahan, Turunya pun Membuat Zeny dan Achyar terpaksa menjemput mereka dengan Motor,hingga mereka baru bisa sampai di Base camp Pukul 02.10 wib.Setelah Istirahat Sebentar di Base camp,Kami Membersihkan Badan,dan Sarapan,
Pukul 04.10 wib Team KOBER  Berpamitan ke pengurus Base camp Untuk Kembali Tegal dan Purwokerto.
Lima motor Beriringan Pelan Melaju Meninggalkan Base Camp sumbing,Meluncur Semakin Cepat Meninggalkan Temanggung - Wonosobo - Banjarnegara Sebelum Akhirnya Kami Berpisah Dengan Rombongan Yeni dan Kawan kawan Di Purbalingga....Mereka Ber lima Menuju Purwokerto,Saya Zeny dan Akyar Meluncur ke Arah Tegal.
Demikian Sepenggal Kisah Perjalanan Kami Team KOBER ke Puncak Gn.Sumbing,Trima kasih telah melewati Suka duka Pendakian Bersama team KOBER Tegal,Buat Yeni,Ntre,Zein,Ridho,Dan Kupoe2liar,Kalian Team Luar biasa,... 
Sampai jumpa di tracking Berikutnya 
Wassalam


Monday, September 1, 2014

Puisi "MAHKOTA KU PRASASTI KEBENCIAN"


Oleh : Abdoel Munawar 

Baru kemarin Aku melewati jalan ini bersamamu
 dengan irama derap langkah seirama
Perlahan namun terasa menyenangkan.
Sendiri kucoba mengulang langkah kita
Namun Jalan ini terasa begitu gelap 
Hingga sedikitpun tak nampak bayangan 
untuk tiap jengkal dari jejak tapak kakiku sendiri 
Ku baca lagi kisah dalam keabadian senja,
Seindah rona jingga di atas bukit teranggunangsi
Berkali mengusap kening tanpa peluh , 
Kusadari Angin takkan pernah mampu memeluk waktu
Aku melangkah ragu dalam bisu.
Sambil sesekali bersiul mengusir kebekuan hati.
Saat Luapan perasaan duka tak mampu lagi terlukiskan oleh baris Puisi
Sejenak ku petik angin yang menari
Namun awan lepuh yang jatuh menghapus semua Kenanganku
Merah memudar jingga pun membuyar
“menyesal”....
Terlalu lama aku tak melewati 
Jalan ini
MAHKOTA KU PRASASTI KEBENCIAN

Oleh: Abdoel Munawar

Kemarin....
Ku reguk madu madu merdu
Lantunan dawai bidadari bermahkota mutiara
Syairnya meluluhkan gumpalan darahku
Menggetarkan sendi sendi pribadiku
Hingga bumi yang kupijak
Seakan tuli tanpa kata kata
Malam tadi...
Saat angin turun bersama kabut
yang menyisakan tetesan bayu braja
Madu madu mulai mengering dalam cawan
Dawai merdu meredup lengang
Tersapu kabut,menembus gumpalan darah
menyisakan luka
Dan bidadari berlalu tanpa kata kata
Hari ini......
Ku mengingat bias dari tiap syair bidadari
Bayang mutiara yang memudar
Di atas bumi yang ku pijak
Cawan cawan terisi penuh dengan embun kepedihan..
Ku mereguknya sebagai masa lalu tanpa kata kata
Dan menyimpanya sebagai mahkota prasasti
Ku kenang menjadi
Kepingan DARAH HITAM KEBENCIAN....