My Blog List

My Blog List

link Facebook "Doel Mahessa Jeenar"

Showing posts with label puisi malam. Show all posts
Showing posts with label puisi malam. Show all posts

Tuesday, July 15, 2014

Coretan Malam,,"Jika Suatu Hari"Oleh ;Abdoel Munawar

Jika suatu hari
Oleh : Abdoel Munawar

Jika suatu hari nanti kau menangis ...
Hubungi aku.
Aku tidak berjanji bahwa
Aku akan membuat Engkau tertawa,
Tapi Setidak’y aku bisa menangis bersamamu.
Jika suatu hari kau ingin Pergi-
Jangan takut untuk menghubungiku.
Aku tidak berjanji untuk meminta engkau untuk
berhenti ...
Tapi Setidaknya aku bisa berjalan bersamamu.
Jika suatu hari Kau tidak ingin
mendengarkan siapa pun ...
Hubungi aku.
Aku berjanji untuk berada di sana untuk mu.
Dan Aku berjanji untuk membuatmu sangat tenang.
Namun jika suatu saat Kau menghubungiku ...
Dan tidak ada jawaban ...
Cepatlah untuk melihat keadaanku.
Mungkin aku membutuhkanmu.
Jika aku pernah mengabaikan mu.
Aku mohon maaf ...
Jika aku pernah membuat mu merasa buruk
atau menempatkan dirimu menjadi yg tersisih,dan merendahkanmu
Aku mohon maaf ...
Jika aku pernah berpikir,bahwa aku lebih baik
daripada Dirimu.
Aku hanya menyanyangimu ...
Jangan pernah lupa bahwa!
Melewati saat-saat buruk dan baik,
 aku akan selalu berada di sini untuk mu.
Aku mohon Maaf ...
Untuk segala sesuatu yang salah yang pernah saya lakukan.
Aku menulis ini karena apa,
kalau Esok hari tidak pernah datang?
Bagaimana jika Aku tak pernah bisa mengucapkan selamat tinggal
atau memberikan Untukmu Satu pelukan?
Bagaimana jika Aku tidak pernah bisa mengatakan “aku minta maaf”
atau aku mencintaimu?

Karena apa, Jika esok hari tidak pernah datang?

Sunday, June 8, 2014

SEPERTIGA REMBULAN MALAM INI

Oleh: Abdoel Munawar

Menatap sepertiga rembulan,
malam ini 
Kembali aku terbentur
Di dinding kesunyian
Hanya bisikan angin malam
Singgah dan lewat di telinga

Lagi aku terjatuh
Di tikam gelora rindu
Menyeruak dari dalam kalbu
Menyumpah serapah pada waktu

Kuamati detak detik jarum jam
Sepertinya teramat lambat
Ingin kuputar dan kupacu
Jarak dan lari sang waktu
Meninggalkan rasa pahit kemarin malam


Sunday, May 4, 2014

"Puisi" REMBULAN DALAM SEPERTIGA MALAM

REMBULAN DALAM SEPERTIGA MALAM
Oleh :Abdoel Munawar

Terdiam di antara sepertiga malam,,
Menatap secelurit Rembulan..
Di antara desiran Angin menghantar
titikan bayu Mengembun perih,
membeku dalam palung sangsi
tetesnya jadikan Luka
yang tak jua mengering,
Di antara sepertiga malam
Secelurit bulan mulai merangkak
Tinggalkan aku dalam kegelapan
Sementara angin menerjang punggungku
Hingga tak sanggup lagi ku tatap
Lengkungnya diantara sepertiga malam
Lihatlah
Aku tetap berdiri Di sini
Menghantar kan sepi
Bersama malam
Menahan Pedih,kepergian secelurit rembulan.
Namun percayalah ….
Aku menyimpan Secuil senyum
Karena Sang Pagi
Adalah
harapan diantara Secelurit rembulan

Dalam Tatapan perih sepertiga malam 

Thursday, February 20, 2014

Puisi :Nafas Luka



NAFAS LUKA
Oleh : Abdoel Munawar

Tatapan mu bercerita tentang keangkuhan
Hadir di setiap laraku
hadirkan perih tak berkesudahan

Cerita cintamu
Semakin merajam ulu hatiku
Uraian kata tentang hadirnya adalah
 Dengusan nafas perih..
Menutup hati dalam sejuta keangkuhanmu

Cerita tentang kita,
Terlerai sudah tanpa salam perpisahan
Baris puisi luka,berlahan menghitam tanpa mampu terputihkan
Namun mungkinkah ku mengadu pada Tiap nafas ke angkuhanmu,
Sementara hadirmu di tiap mimpi sang malam
Tak lagi mampu ciptakan kesejukan,Dan itu terlalu menyakitkan
Tiap tarikan nafasmu,semakin jauh menghempaskan asaku
Sungguh bagaimana rasaku,menginjak kerasnya karang hatimu
Jangan pernah kau Tanya,,bagaimana lukaku
Karena kau tak pernah tau itu
Dan kerinduan tak pernah lagi bisa ku rawat
Tapi biarlah,Kudekap derita ini
Tak perlu harus kau ambil dari tiap deritanya

Monday, February 17, 2014

Puisi :Serapah


SERAPAH

Oleh:Abdoel Munawar

Garis kebencian yang kau Guratkan…

Mencabik selimut,

hingga tak mampu lagi hangatkan jiwa ku

Kau bentangkan tikar kebodohan

di atas angkuhnya pribadimu                                                                                                                   

Dan kembali Menutupnya,

Dengan pintalan kepalsuan pesonamu

Gurat luka ini mungkin sembuh,                                                                                       

Tapi tidak untuk Garis kebencianku

 yang kan senantiasa abadi membekas…

Selimutku mungkin sanggup ku sulam,

Tapi kerapuhan takkan sanggup lagi hangatkan tubuh ini

Dan saat aku mampu hancurkan keangkuhan mu…

Tikar ini Akan tergulung bersama  kebodohan sikapmu

Dalam Satu serapah

Menutup Kepalsuan pesonamu…..

Thursday, February 13, 2014

Puisi :Doa Dalam Gambar Lusuh

DOA DALAM GAMBAR LUSUH
oleh ,Abdoel Munawar


Di antara tetesan peluh melingkarkan waktu
ku termangu dalam sepi malam, menatap lekat
gambar lusuh dalam dompetku
Tak mampu lagi ku tahan
Tetes demi tetes embun batinku
hingga tercipta genangan rindu
Dalam kalbu
keangkuhan deras hujan
Melumuri tubuhmu hingga tak mampu
Terseka berjuta pintalan maaf
Jiwamu dalam gemeritik kebekuan
Menggigil panas dalam kobaran
Dari  sisa sepenggal hujan
Menuju senja di atas kebodohan
Tuhaaaaan……
Saat tak mampu lagi dia terhangatkan
Biarkan ku bungkus rasa pahit ini
Dari tiap guratan Asanya
Karena,sang malam tak lagi mengharapkan ku untuk bermimpi…
Untuk menjagamu dengan kehangatan
Dan pahatah lara masih saja menguji keangkuhan

Menyelipkan kembali gambar lusuh
Dalam Kenangan

yang tetap setia menemani letih ku
Kini ku menyungsung Doa dari seutas mimpi,,
Hadirkan kobaran dalam kebekuan  pagi ini

Dan itu hanya bila kau kembali,
Senyumku bersama lembaran kafan kehangatan mu