My Blog List

My Blog List

link Facebook "Doel Mahessa Jeenar"

Thursday, January 9, 2014

HUJAN TERAKHIR BERSAMAMU


Gadis ini mencengkram erat kepalanya. Di tengah hujan, dia masih harus mengalami perdebatan sengit antara hati dan otaknya. Dinda, begitu gadis ini disapa. Menangis di tengah hujan yang sangat deras memang efektif karena tetesan air matapun takkan terlihat.Dinda berjalan di koridor kelas dengan lesu. Bagaimana tidak, fikirannya benar-benar sedang kacau. Apalagi kalau bukan karna cinta. Tepatnya karna Denis, si pangeran berkuda putih itu. Sebenarnya Denis hanyalah pria biasa, hanya saja cinta membuat Denis terlihat tak biasa di mata Dinda. Mungkin Dinda melihat menggunakan mata hati. Mungkin.
Tak ada yang buruk dari mengenal Denis. Hanya saja Denis terlalu untuk Dinda. Terlalu baik, terlalu tampan, terlalu pintar.. Nyaris sempurna. Dulu, Dinda tidak suka pada Denis, bahkan Dinda membencinya. Tapi sekarang? Ia menyukainya. Atau mencintainya. Mungkin.
“Din, kamu baik-baik saja?” Suara itu. Suara itu sudah tak asing lagi di telinga Dinda. Dan benar saja, ketika Dinda melihat siapa orang itu. Ternyata Denis.
“Aku? Aku baik-baik saja.” Jawab Dinda. Sungguh dibalik kata baik-baik saja ada kata tidak dalam keadaan baik yang tersembunyi. Perempuan. Bukankah itu salah satu keahliannya untuk menutupi perasaan mereka yang sebenarnya?

Seperti biasa, Dinda duduk di samping Gisha. Gisha dulunya adalah gadis yang Denis sukai. Gisha itu perempuan yang cantik, pintar, dan pandai bergaul, hampir tak ada celah pada dirinya. Tapi itu dulu, sampai Denis berkata kalau ia menyukai Dinda. Dinda mendengus geli ketika otaknya memutar memori antara Dia, Gisha dan Denis.
Waktu itu, hujan sangat lebat. Dinda dan Gisha menunggu hujan itu berhenti. Gisha sibuk mengamati hujan yang deras itu, tetapi Dinda justru menikmatinya. Aroma hujan, Dinda selalu menyukai itu. Rintikan hujan mengalun seperti sebuah musik di telinganya. Dinda menikmati itu sampai dia tahu bahwa Denis memberikan jaketnya untuk Gisha. Dinda benar-benar cemburu hingga dia lepas kendali.
“Din maaf.. Aku nggak mau semua berakhir sampai di sini?”
Dinda sempat bingung dengan isi pesan singkat Denis. Kata-katanya sedikit sulit untuk dicerna oleh otaknya. Bahkan butuh waktu yang lama untuk memikirkan kata-kata Denis. Tetapi akhirnya Dinda menjawab
“Apa yang berakhir? Nggak ada yang berakhir. Semuanya akan sama seperti dulu. Maaf, tadi aku memang lagi emosi. Jangan berlebihan menanggapinya. Nothing gonna change Denis, trust me.”
Tiba-tiba Dinda tersadar dari lamunannya karena guru sudah memasuki kelas. Lagi-lagi matanya kembali menangkap sosok Denis. Denis sibuk dengan perempuan itu. Target baru mungkin. Dinda pura-pura tidak memperdulikannya. Dinda harus fokus. Ini demi mimpinya juga kebahagiaannya.
Jam tambahanpun berakhir. Semua anak-anak sibuk mengobrol sana-sini, membicarakan rencana mereka sepulang jam tambahan. Dinda sedang fokus membereskan buku-bukunya. Memastikan bahwa tak ada satupun barangnya yang tertinggal. Tapi tiba-tiba sosok itu mengusiknya, lagi.
“Tidak. Hanya ingin melihat kamu. Dinda yang fokus benar-benar lain ya.”
Dinda mengangkat sudut bibirnya ketika mendengar kata-kata Denis.
“Eh? Dinda tersenyum?”
Setelah mendengarnya, Dinda segera merubah raut wajahnya. Dinda menyesali senyumannya tadi. Harusnya ia tidak memberikan senyuman berharganya itu kepada Denis. Si pemberi harapan palsu.
“Dinda, ada yang mau aku bicarakan. Kita keluar sebentar ya”
Dinda segera keluar bersama Denis sebelum teman-temannya melihat. Ketika Denis mengajak Dinda untuk mengobrol di tempat teduh, Dinda menolaknya. Dinda beralasan kalau saat ini hanya hujan. Hujan air, dan lagipula Dinda suka hujan.
“Mau bicara apa?” tanya Dinda..
“Kamu kenapa? Akhir-akhir ini kamu menjauhiku. Kamu nggak pernah mengirimiku pesan singkat. Bahkan seperti kamu membenciku. Aku salah apa sama kamu?” jawab Denis yang kembali bertanya.
“Semuanya sudah berakhir”
“Berakhir? Maksudmu? Apa yang berakhir?”
“Kita.”
Beberapa menit kemudian Dinda meralat kata-katanya
“Maksudku bukan kita. Tapi aku dan kamu. Bukankah aku dan kamu tidak akan pernah menjadi kita?”
“Kamu ini bicara apa Dinda. Siapa yang bilang kalau kamu dan aku tidak akan pernah menjadi kita?”
“Takdir. Takdir memang tak pernah berkata tentang hal itu. Tapi, takdir menunjukkannya.”
“Takdir tak pernah menunjukkan itu Din” jawab Denis tegas.
“Tak pernah? Bagaimana dengan kebudayaan kita? Bukankah itu cukup menunjukkan kalau kita tidak bisa bersama? Kamu keras sedangkan aku lembut. Kamu api sedangkan aku air. Kita berbeda, bahkan jika kita bersama maka kita akan menghancurkan satu sama lain.”
Hujan semakin deras. Sebanyak air hujan itulah air mata Dinda yang ditahannya. Mungkin untuk terakhir kalinya, Dinda ingin Denis mengingat senyumnya, bukan tangisnya.
“Kenapa kamu menginginkan ini berakhir? Bukankah terlalu awal untuk mengakhirinya?”
“Kenapa kamu bertanya kepadaku? Kamu yang mengakhirinya. Bukan aku.”
“Aku? Aku tak pernah mengatakan ingin mengakhiri semuanya.”
“Sekali lagi, mungkin lidahmu terlalu kelu untuk mengatakan bahwa semua ini telah berakhir. Tetapi kamu berhasil menunjukkan. Kamu menunjukkan tanda-tanda bahwa kamu ingin mengakhirinya.”
“Din.. Dulu aku kan pernah bilang kalau aku nggak mau —” ucapan Denis terpotong karna Dinda segera menjawab
“Itu dulu Sekarang, tanda-tandanya sudah jelas bahwa kamu ingin mengakhirinya.”
Hening. Denis tidak bisa menjawab apa-apa lagi. Tak pernah terfikirkan oleh Denis kalau Dinda akan mengatakan hal-hal seperti ini. Denis tak tahu apa yang membuat Dinda berubah seperti ini.
“Lagipula, kamu sekarang sudah punya pacar, kan?” kata Dinda yang sepertinya ingin menyindir Denis.
“Pasti kamu bingung aku tahu dari mana kalau kamu sudah punya pacar.” sambung Dinda sambil memaksakan senyum pada wajahnya.
“Pastinya. Kamu ini jangan-jangan penguntit aku ya.” Denis benar-benar tertawa lepas dengan jawabannya tadi. Bahkan Dinda ikut terkekeh dengan jawaban Denis.
Tiba-tiba Dinda berhenti tertawa. Dia memperhatikan Denis yang masih tertawa lepas. Mungkin ini terakhir kalinya Dinda melihat Denis tertawa karnanya dan bersamanya. Dinda menatap wajah Denis lekat-lekat. Ia mencoba mengingat setiap lekuk wajah Denis. Jika Tuhan tak mengizinkannya untuk memiliki Denis, maka biarkanlah Dinda memiliki kenangan tentang Denis. Tetapi Dinda tak ingin mengingat kenangan ini setiap saat. Biarkanlah hujan menyimpan kenangan antara Dinda dan Denis.
Tanpa sadar Dinda menitihkan setetes air matanya. Dia berbalik membelakangi Denis. Pundaknya bergetar hebat. Tangisannya benar-benar tak bisa ditahan lagi. Suara tangisnya pecah diantara lebatnya hujan. Denis segera menghentikan tawanya. Dia menatap punggung itu. Punggung gadis yang dulu sempat menjadi tempat pertama saat sedih maupun senang. Denis tahu betapa rapuhnya gadis ini.
Dinda segera menghapus air matanya. Mengatur suaranya agar tak bergetar saat berbicara dengan Denis nantinya. Dinda membalikkan tubuhnya dan tersenyum kaku saat melihat Denis. Denis membalas senyuman Dinda dengan tulus. Dinda tak tahu harus bagaimana atas sesuatu yang telah berakhir. Yang terbesit di benaknya adalah betapa bodohnya dia. Dinda juga tahu bahwa hujan akan membawanya pada kenangan antara dia dan Denis, tetapi pada saat hujan berhenti kenangan itu sedikit demi sedikit akan menghilang.
Dinda beranjak dari duduknya. Begitu juga dengan Denis.
“Sepertinya aku harus pulang. Hujannya semakin deras. Dan kamu juga harus pulang.” kata Dinda.
“Aku harap setelah hujan ini akan ada pelangi. Pelangi yang menghubungkan aku dengan pasanganku, dan kamu dengan pasanganmu.” sambungnya.
Dinda pergi meninggalkan Denis lebih dahulu. Dinda kini sadar bahwa tak selamanya pangeran baik untuknya. Dan hujan? Terimakasih untuk hujan karena bersedia menjadi pengingat kenangan yang Dinda miliki.








Wednesday, January 8, 2014

MAKNA DI BALIK MAULID NABI

أهلا وسهلا بحضوركم في صفحتنا. نرجو من الله أن تكون نافعة لصاحبها وقارئيها ومشاركيها. آمين
MAKNA DI BALIK MAULID NABI
Di Negara kita, perayaan maulid
Nabi Muhammad saw sudah menjadi rutinitas tahunan. Hampir seluruh lapisan masyarakat islam memperingatinya, mulai dari istana negara sampai sudut mushala. Sebagian muslimin bahkan memperingati maulid Nabi saw pada tiap malam senin ataupun jum'at. Maulid Nabi saw biasanya diperingati dengan berkumpulnya beberapa orang membaca al-Quran dan kisah teladan nabi saw sepanjang hidupnya. Kisah itu biasanya berupa karya prosa maupun puisi yang berbahasa arab. Tidak jarang pula acara peringatan maulid diisi dengan ceramah agama.  Beberapa daerah di Indonesia memiliki ciri khas dalam merayakan maulid nabi, seperti Jogjakarta yang terkenal dengan grebek maulid, Surakarta dengan sekaten, dan Banyuwangi dengan endog-endog'an nya.
Rabi'ul Awal sebelum kelahiran baginda Nabi saw, merupakan bulan yang tidak memilki keistimewaan bagi orang arab. Berbeda halnya dengan asyhur al-hurum, yang telah di-nash kemuliannya oleh Allah swt dalam surah al-taubah;36 serta diagungkan oleh bangsa arab kala itu dengan melakukan gencatan senjata pada bulan-bulan tersebut, yaitu bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Menarik juga mengapa Nabi Muhammad saw tidak dilahirkan pada bulan-bulan tersebut. Padahal bulan muharram adalah bulan penuh keutamaan dengan diselamatkannya beberapa nabi terdahulu. Menurut As-Sayid Muhammad Alawi al-Maliki, Allah swt menjadikan bulan Rabi'ul Awwal sebagai bulan kelahiran nabi agar keistimewaan dan keutamaan nabi muhammad muncul dari diri beliau. Jika nabi saw dilahirkan pada salah satu bulan asyhurul hurum  maka seakan-akan keutamaan Nabi saw bersumber dan mengikut pada keutamaan dan keistimewaan bulan-bulan tersebut. Setelah Nabi saw dilahirkan pada bulan Rabi'ul Awal, bulan yang asalnya tidak memilki keistimewaan ini menjadi istimewa dan mulia berkat kelahiran Nabi saw pada bulan itu. Hal ini juga terjadi pada hari kelahiran nabi, yaitu hari senin.  Dahulu, orang arab hanya mengetahui kemulyaan dan keutamaan bagi hari jum'at. Setelah nabi lahir pada hari senin, hari itu menjadi mulia dan istimewa berkat nabi saw.
Sebagian ahli sejarah mencatat Al-Mudzaffar Abu Sa'id Kaukabari (W. 360 H) sebagai orang yang pertama kali memperingati Maulid Nabi saw, ia adalah seorang penguasa daerah Irbil yang masuk dalam wilayah Mosul, Iraq. Sejarawan islam, Ibnu Katsir menceritakan bahwa sosok penguasa Irbil ini setiap bulan Rabi'ul Awal memperingati maulid Nabi dengan perayaan yang begitu semarak.
  Memperingati maulid nabi Muhammad saw memiliki beberapa nilai dan makna, diantaranya: Pertama, nilai spiritual. Setiap insan muslim akan mampu menumbuhkan dan menambah rasa cinta pada beliau saw dengan maulid. Luapan kegembiraan terhadap kelahiran nabi saw merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana surah Yunus; 58. Karena figur teladan ini diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam (surah al-Anbiya'; 107). Kegembiraan Abu Lahab dengan kelahiran Nabi saw saja dapat mengurangi siksa neraka yang ia cicipi tiap hari senin. Apalagi kegembiraan itu disertai dengan keimanan. Dengan memperingati maulid, kita akan sendirinya ingat dengan perintah bershalawat kepada Nabi saw. Allah swt dan malaikat pun telah memberi contoh bagi kita dengan selalu bershalawat kepada beliau saw (surah al-Ahzab;56).        
Kedua, nilai moral dapat dipetik dengan menyimak akhlak terpuji dan nasab mulia dalam kisah teladan Nabi Muhammad saw. Mempraktikan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Nabi saw adalah salah satu tujuan dari dutusnya Nabi saw. Dalam peringatan maulid Nabi saw, kita juga bisa mendapat nasehat dan pengarahan dari ulama agar kita selalu berada dalam tuntunan dan bimbingan agama.
Keempat, nilai sosial. Memulyakan dan memberikan jamuan makanan para tamu, terutama dari golongan fakir miskin yang menghadiri majlis maulid sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Hal ini sangat dianjurkan oleh agama, karena memiliki nilai sosial yang tinggi (surah al-Insan;8-9).
Kelima, nilai persatuan akan terjalin dengan berkumpul bersama dalam rangka bermaulid dan bershalawat  maupun berdzikir. Diceritakan bahwa Shalahuddin al-Ayubi mengumpulkan umat islam dikala itu untuk memperingati maulid Nabi saw. Hal itu dilakukan oleh panglima islam ini bertujuan untuk mempersolid kekuatan dan persatuan pasukan islam dalam menghadapi perang salib di zaman itu.
Semoga dengan memperingati Maulid Baginda Nabi saw kita dapat memetik nilai-nilai positif.

Tuesday, January 7, 2014

Ke Istimewaan Maulid Nabi Muhamad SAW

Mengistimewakan hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad Saw.

Al kisah dijaman Khalifah Harun ar Rasyid ada seorang pemuda yang mempunyai kelakuan buruk di kota Bashrah, penduduk kota memandang rendah padanya, karena perilakunya itu. Hanya saja, pemuda ini mempunyai kebiasaan unik; setiap bulan Rabi'ul Awal tiba (bulan Maulid), dia menyambutnya dengan suka cita, membersihkan badan, memakai pakaian yang rapi, mengadakan walimah, dan membaca kisah maulid Nabi Saw. dalam acara itu.

Kebiasaan itu berlansung dalam waktu yang lama. Pada saat pemuda itu wafat penduduk kota mendengar suara dari angkasa; 'wahai penduduk kota Bashrah datanglah, dan layatlah wali Allah Swt. Sebab dia memiliki kududukan terhormat disisi-Ku. Kemudian penduduk kota melayat, dan menghadiri pemakaman pemuda itu. Pada saat penduduk Bashrah tidur, mereka bermimpi melihat pemuda itu berjalan dengan gagahnya diatas hamparan kain sutra.  

Pemuda itu ditanya, dengan apa engkau mendapat keutamaan ini? Dia menjawab dengan mengagungkan dan mengistimewakan hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad Saw.

Membaca maulid Nabi Saw

Dikisahkan pada masa Khalifah Abd Malik bin Marwan ada seorang pemuda yang berwajah tampan dan berperawakan menawan di Kota Syam (syiria). Dia mempunyai kebiasaan menunggang kuda. Suatu hari, kuda yang dia tungganginya lari dengan kecang, dia tidak mampu menghentikan kudanya itu.Kuda tersebut berlari kearah rumah khalifah, dan menabrak putra sang khalifah, hingga akhirnya wafat. Kejadian itu sampai ke telinga khalifah. 

Lalu khalifah menyuruh si pemuda di datangkan kehadapannya. Ketika pemuda itu hampir tiba di hadapan khalifah dia berkata dalam hati; 'seandainya Allah Taala menyelamatkanku dari kasus ini, aku akan menyelenggarakan  walimah yang meriah dan aku akan membaca maulid Nabi Saw. pada acara itu.

Setelah pemuda sampai ke hadapan khalifah, khalifah memandanginya.  Lalu khalifah tertawa setelah terbakar api amarah. Kemudian khalifah bertanya;
'hai pemuda kau pandai ilmu sihir ya? Tanya khalifah sambil tersenyum.
'Tidak, demi Allah duhai Amirul mukminin', jawab si pemuda.
Khalifah berkata: 'Aku telah memafkanmu, tapi katakan padaku kau membaca apa?
Aku berkata dalam hati, seandainya Allah Taala menyelamatkanku dari kejadian yang menakutkan ini, aku akan mengadakan walimah maulid Nabi Saw., jawab sipemuda.

JANJI TERAKHIR





Pagi ini dia datang menemuiku, duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku benar-benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat, penuh harap dan selalu membuatku bisa memaafkannya. Aku sadar, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia., meski dia sering menyakiti hatiku dan membuatku menangis. Tidak hanya itu, akupun kehilangan sahabatku, aku tidak peduli dengan perkataan orang lain tentang aku. Aku akan tetap memaafkan Elga, meskipun dia sering menghianati cintaku.

“Aku gak tau harus bilang apa lagi, buat kesekian kalinya kamu selingkuh! Kamu udah ngancurin kepercayaan aku!”

Aku tidak sanggup menatap matanya lagi, air mataku jatuh begitu deras menghujani wajahku. Aku tak berdaya, begitu lemas dan Dia memelukku erat.

“Maafin aku Nilam, maafin aku! Aku janji gak akan nyakitin kamu lagi. Aku janji Nilam. Aku sayang kamu! Please, kamu jangan nangis lagi!”

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain memaafkannya, aku tidak ingin kehilangan Elga, aku sangat mencintainya.

Malam ini Elga menjemputku, kami akan kencan dan makan malam. Aku sengaja mengenakan gaun biru pemberian Elga dan berdandan secantik mungkin. Kutemui Elga di ruang tamu, Dia tersenyum, memandangiku dari atas hingga bawah.

“Nilam, kamu cantik banget malam ini.”

“Makasih. Kita jadi dinner kan?”

“Ya tentu, tapi Nilam, malam ini aku gak bawa mobil dan mobil kamu masih di bengkel, kamu gak keberatan kita naik Taksi?”

“Engga ko, ya udah kita panggil Taksi aja, ayo.”

Dengan penuh semangat aku menggandeng lengan Elga. Ini benar-benar menyenangkan, disepanjang perjalanan Elga menggenggam erat tanganku, aku bersandar dibahu Elga menikmati perjalanan kami dan melupakan semua kesalahan yang telah Elga perbuat padaku.

Kami berhenti disebuah Tenda di pinggir jalan. Aku sedikit ragu, apa Elga benar-benar mengajakku makan ditempat seperti ini. Aku tahu betul sifat Elga, dia tidak mungkin mau makan di warung kecil di pinggir jalan.

“Kenapa El? Mienya gak enak?”

“Enggak ko, mienya enak, Cuma panas aja. Kamu gak apa-apa kan makan ditempat kaya gini Nilam?”

“Enggak. Aku sering ko makan ditempat kaya gini. Mie ayamnya enak loch. Kamu kunyah pelan-pelan dan nikmati rasanya dalam-dalam.”

Aku yakin, Elga gak pernah makan ditempat kaya gini. Tapi sepertinya Elga mulai menikmati makanannya, dia bercerita panjang lebar tentang teman-temannya, keluarganya dan banyak hal.
Dua tahun bersama Elga bukan waktu yang singkat, dan tidak mudah untuk mempertahankan hubungan kami selama ini. Elga sering menghianati aku, bukan satu atau dua kali Elga berselingkuh, tapi dia tetap kembali padaku. Dan aku selalu memaafkannya, itu yang membuatku kehilangan sahabat-sahabatku. Mereka benar, aku wanita bodoh yang mau dipermainkan oleh Elga. Meskipun kini mereka menjauhiku, aku tetap menganggap mereka sahabatku.

Selesai makan Elga Nampak kebingungan, dia mencari-cari sesuatu dari saku celananya.

“Apa dompetku ketinggalan di Taksi?”

“Yakin di saku gak ada?”

“Gak ada. Gimana dong?”

“ya udah, pake uang aku aja. Setiap jalan selalu kamu yang traktir aku, sekarang giliran aku yang traktir kamu. Ok!”

“ok. Makasih ya sayang, maafin aku.”

Saat di kampus, aku bertemu dengan Alin dan Flora. Aku sangat merindukan kedua sahabatku itu, hampir empat bulan kami tidak bersama, hingga saat ini mereka tetap sahabat terbaikku. Saat berpapasan, Alin menarik tanganku.

“Nilam, kamu sakit? Ko pucet sich?”

Alin bicara padaku, ini seperti mimpi, Alin masih peduli padaku.

“Engga, Cuma capek aja ko Lin. Kalian apa kabar?”

“Jelas capek lah, punya pacar diselingkuhin terus! Lagian mau aja sich dimainin sama cowok playboy kaya Elga! Jangan-jangan Elga gak sayang sama kamu? Ups, keceplosan.”

“Stop Flo! Kasian Nilam! Kamu kenapa sich Flo bahas itu mulu? Nilam kan gak salah.”
“Udah dech Alin, kamu diem aja! Harusnya kamu ngaca Nilam! Kenapa kamu diselingkuhin terus!”

Flora bener, jangan-jangan Elga gak sayang sama aku, Elga gak cinta sama aku, itu yang buat Elga selalu menghianati aku. Selama ini aku gak pernah berfikir ke arah sana, mungkin karena aku terlalu mencintai Elga dan takut kehilangan Elga. Semalaman aku memikirkan hal itu, aku ragu terhadap perasaan Elga padaku. Jika benar Elga tidak mencintaiku, aku benar-benar tidak bisa memaafkannya lagi.

Meskipun tidak ada jadwal kuliah, aku tetap pergi ke kampus untuk mengerjakan tugas kelompok. Setelah larut malam dan kampus sudah hampir sepi aku pun pulang. Saat sampai ke tempat parkir, aku melihat Elga bersama seorang wanita. Aku tidak bisa melihat wajah wanita itu karena dia membelakangiku. Mungkin Elga menghianatiku lagi. Kali ini aku tidak bisa memaafkannya. Mereka masuk ke dalam mobil, aku bisa melihat wanitaitu, sangat jelas, dia sahabatku, Flora….

Sungguh, aku benar-benar tidak bisa memaafkan Elga. Akan ku pastikan, apa Elga akan jujur padaku atau dia akan membohongiku, ku ambil ponselku dan menghubungi Elga.

“Hallo, kamu bisa jemput aku sekarang El?”

“Maaf Nilam, aku gak bisa kalo sekarang. Aku lagi nganter kakak, kamu gak bawa mobil ya?”

“Emang kakak kamu mau kemana El?”

“Mau ke…, itu mau belanja. Sekarang kamu dimana?”

“El! Sejak kapan kamu mau nganter kakak kamu belanja? Sejak Flora jadi kakak kamu? Hah?!!”

“Nilam, kamu ngomong apa sayang? Kamu bilang sekarang lagi dimana?”

“Aku liat sendiri kamu pergi sama Flora El! Kamu gak usah bohongin aku! Kali ini aku gak bisa maafin kamu El! Kenapa kamu harus selingkuh sama Flora El? Aku benci kamu! Mulai sekarang aku gak mau liat kamu lagi! Kita Putus El!”

“Nilam, ini gak…….”

Kubuang ponselku, kulaju mobilku dengan kecepatan tertinggi, air mataku terus berjatuhan, hatiku sangat sakit, aku harus menerima kenyataan bahwa Elga tidak mencintaiku, dia berselingkuh dengan sahabatku.

Beberapa hari setelah kejadian itu aku tidak masuk kuliah, aku hanya bisa mengurung diri di kamar dan menangis. Beruntung Ibu dan Ayah mengerti perasaanku, mereka memberikan semangat padaku dan mendukung aku untuk melupakan Elga, meskipun aku tau itu tak mudah. Setiap hari Elga datang ke rumah dan meminta maaf, bahkan Elga sempat semalaman berada di depan gerbang rumahku, tapi aku tidak menemuinya. Aku berjanji tidak akan memafkan Elga, dan janjiku takan kuingkari, tidak seperti janji-janji Elga yang tidak akan menghianatiku yang selalu dia ingkari.

Hari ini kuputuskan untuk pergi kuliah, aku berharap tidak bertemu dengan Elga. Tapi seusai kuliah, tiba-tiba Elga ada dihadapanku.

“Maafin aku Nilam! Aku sama Flora gak ada hubungan apa-apa. Aku Cuma nanyain tentang kamu ke dia Nilam!

“Kita udah putus El! Jangan ganggu aku lagi! Sekarang kamu bebas! Kamu mau punya pacar Tujuh juga bukan urusan aku!”

“Tapi Nilam…..”

Aku berlari meninggalkan Elga, meskipun aku sangat mencintainya, aku harus bisa melupakannya. Elga terus mengejarku dan mengucapkan kata maaf. Tapi aku tak pedulikan dia, aku semakin cepat berlari dan menyebrangi jalan raya. Ketika sampai di seberang jalan, terdengar suara tabrakan, dan…………

“Elgaaaa…..”

Elga tertabrak mobil saat mengejarku, dia terpental sangat jauh. Mawar merah yang ia bawa berserakan bercampur dengan merahnya darah yang keluar dari kepala Elga.

“Elga, maafin aku!”

“Nilam. Ma-af ma-af a-ku jan-ji jan-ji ga sa-ki-tin ka-mu la-gi a-ku cin-ta ka-mu a-ku ma-u ni-kah sa-ma kam……”

“Elgaaaaaa……”

Elga meninggal saat itu juga, ini semua salahku, jika aku mau memaafkan Elga semua ini takan terjadi. Sekarang aku harus menerima kenyataan ini, kenyataan yang sangat pahit yang tidak aku inginkan, yang tidak mungkin bisa aku lupakan. Elga menghembuskan nafas terakhirnya dipelukanku, disaat terakhir dia berjanji takan menyakitiku lagi, disaat dia mengatakan mencintaiku dan ingin menikah denganku. Dia mengatakan semuanya disaat meregang nyawa ketika menahan sakit dari benturan keras, ketika darahnya mengalir begitu deras membasahi aspal jalanan.
Rasanya ingin sekali menemani Elga didalam tanah sana, menemaninya dalam kegelapan, kesunyian, kedinginan, aku tidak bisa berhenti menangis, menyesali perbuatanku, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.

Satu minggu setelah Elga meninggal, aku masih menangis, membayangkan semua kenangan indah bersama Elga yang tidak akan pernah terulang lagi. Senyuman Elga, tatapan Elga, takan pernah bisa kulupakan.

“Nilam sayang, ini ada titipan dari Ibunya Elga. Kamu jangan melamun terus dong! Kamu harus bangkit! Biar Elga tenang di alam sana. Ibu yakin kamu bisa!”

“Ini salah aku Bu. Aku butuh waktu.”

Kubuka bingkisan dari Ibu Elga, didalamnya ada kotak kecil berwarna merah, mawar merah yang telah layu dan amplop berwarna merah. Didalam kotak merah itu terdapat sepasang cincin. Aku pun menangis kembali dan membuka amplop itu.

    Dear Nilam,
    Nilam sayang, maafin aku, aku janji gak akan nyakitin kamu, aku sangat mencintai kamu, semua yang udah aku lakuin itu buat ngeyakinin kalo Cuma kamu yang terbaik buat aku, Cuma kamu yang aku cinta.
    Aku harap, kamu mau nemenin aku sampai aku menutup mata, sampai aku menghembuskan nafas terakhirku. Dan cincin ini akan menjadi cincin pernikahan kita.
    Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin berpisah denganmu Nilam.
    Love You
    Elga


Air mataku mengalir semakin deras dari setiap sudutnya, kupakai cincin pemberian Elga, aku berlari menghampiri Ibu dan memeluknya.

“Bu, aku udah nikah sama Elga!”

“Nilam, kenapa sayang?”

“Ini!” Kutunjukan cincin pemberian Elga dijari manisku.

“Nilam, kamu butuh waktu nak. Kamu harus kuat!”

“Sekarang aku mau cerai sama Elga Bu!” kulepas cincin pemberian Elga dan memberikannya pada Ibu.

“Aku titip cincin pernikahanku dengan Elga Bu! Ibu harus menjaganya dengan baik!”
Ibu memeluku erat dan kami menangis bersama-sama.

Monday, December 2, 2013

Sesungguhnya tentang rasaku

Sungguh bermuka dua! Bumi yg ku singgahi
Hanya ada batas samar antara nyata dan maya ….
hitam dan putih ….cinta dan nista!

Tiada sempurna Semua sandiwara
hanya Pelengkap ironi
pendera jiwa yg berduka!

Tertatih Peri Kelam ini melangkah,
Merintih menagisi pedih ….
Menyangsikan semua yg indah terpapar,

Memendam amarah dan sumpah serapah yg menggeliat membakar!
Teronggok membatu di sudut kelu ….
Meregang …. meradang … mengerang ….
Mencoba mengais kumpulan percaya yg terbuang!

Belenggu ragu kini mengukung diri lagi ….
Melumpuhkan nadi, mengoyak jauh kedlm sanubari …..
Hanya ada RAPUH yg tertinggal disini

Saturday, November 30, 2013

DAN SESEORANG ITU ADALAH KAMU





Some One,,,,,
Sampai kapan aku harus begini? Dihantui oleh rasa cemburu oleh mu?
Aku bingung apa yang harus kulakukan saat ini, hahhh sudah 2 hari ini kamu buatku takut, buatku cemburu, buatku menangis, aku melontarkan kata2 menyakitkan????,
 tapi itu semua aku lakukan untuk rasa sayang aku, Aku bingung knp Aku harus selalu begini, padahal kemarin kita baik2 saja.
Kamu bilang kamu risih sama aku karna aku selalu mau tau urusan kamu, tapi apakah kamu tau bahwa aku sayang sama kamu, itulah sebabnya aku begini sama kamu, aku mau tau urusan kamu, mungkin karna kamu g pernah sayang sama aku, tapi entahlah hanya Tuhan yang tau itu.
Terkadang aku berpikir apakah ini balasan atas semua kesalahanku,
Aku ingin sekali bsa berubah seperti maumu, tpi aku menjadi posesif karena terlalu sayang ma kamu,,,, maafkan aku....
Some one,,,
Maaf,kalau aku terlalu cemburu padamu.Maaf,kalau aku terlalu posesif terhadapmu.Maaf juga,kalau aku terlalu sayang padamu.
Some one,,,,
Seringkali kita tak bisa menemukan alasan apapun untuk menceritakan apapun. Hingga aku tak sanggup kehilangan mu barang seharipun,aku hanya ingin melihat photomu,mendengar suaramu,mendengar celotehanmu,dan mendengarkan curhatanmu. Aku tak ingin cepat-cepat mengatakan bahwa aku menyukaimu.Aku mencoba bertahan pada prinsip yang kupegang teguh,aku tidak menyukaimu 'seperti itu'.
Hingga suatu hari,kamu bercerita padaku tentang siapa orang yang kau sukai.Aku langsung kecewa mendengar bahwa itu bukan diriku.kamu menyukai orang lain,dan kamu menceritakannya padaku,orang yang sangat amat menyayangimu.
Oops... Maaf,apa yang barusan ku ucapkan? Menyayangimu? Benarkah? Tidak!
kau adalah adikuku.Tak mungkin aku menyukaimu.
Tapi,kenapa aku begitu sakit mendengar ia bercerita tentang pria yang kmu sukai?
Kenapa aku begitu merindukan mu setiap harinya?
Kenapa aku begitu nyaman berada didekatmu? Padahal kau adalah adik terbaikku.
Aku sudah terbiasa denganmu.Aku sudah terbiasa bersamamu,tertawa bersamamu,berkeluh kesah bersamamu,bercerita denganmu.
Dan aku menyadari kini ,aku menyukai kamu adiku sendiri,,,,
You always in my heart…. Some One,,,,,,,I love U,
Aku berharap kau tetap menjadi dirimu...

Tuesday, November 26, 2013

Misteri Asal Usul "LEMAHABANG - Desa CAWITALI",



Lain dengan cerita sejarah yang beredar  tentang asal usul Lemahabang,
Untuk dk.lemahabang -cawitali  kecamatan bumijawa –tegal ini hanya sepenggal kisah yang terselip di antara kisah kisah penyebaran agama islam di abad ke 61 oleh kanjeng syekh siti jenar yang di kenal dengan syekh lemah abang,,,,

Syekh Siti Jenar.

Kehadirannya telah menenteramkan sekaligus menggelisahkan! Ajaran Islam yang diajarkannya sangat kontroversial. Jika para wali lain di zamannya menanamkan Islam secara akulturasi, ia membangun Islam di Jawa secara asimilasi, yang kelak dikenal sebagai Islam Jawa atau Islam Kejawen. Pandangan sufistik Islam diramunya dengan mistik Jawa. Lahirlah Islam yang tidak berwajah keras, tapi memancarkan kesejukan sebagai rahmatan lil alamin.
Ajaranya mengupas makna kematian yang diajarkan oleh tokoh yang lebih sering disalahpahami itu. ..

Nama lain dari Syekh Siti Jenar antara lain Seh Lemahbang atau Lemah Abang, Seh Sitibang, Seh Sitibrit atau Siti Abri, Hasan Ali Ansar dan Sidi Jinnar. Menurut Bratakesawa dalam bukunya Falsafah Siti Djenar (1954) dan buku Wejangan Wali Sanga himpunan Wirjapanitra, dikatakan bahwa saat Sunan Bonang memberi pelajaran iktikad kepada Sunan Kalijaga di tengah perahu yang saat bocor ditambal dengan lumpur yang dihuni cacing lembut, ternyata si cacing mampu dan ikut berbicara sehingga ia disabda Sunan Bonang menjadi manusia, diberi nama Seh Sitijenar dan diangkat derajatnya sebagai Wali..

Oleh karena perbedaan paham antara siti jenar dengan  wali yang lain lah,,,sehingga syekh siti jenar lebih memilih untuk hidup berpindah” dari satu tempat ke tempat yang lain,,,, Syeh siti jenar tidak jauh berbeda dengan ibrahim yang sepanjang hidupnya dipenuhi dengan tirakat mencari Tuhannya. Berbagai aliran pernah dia ikuti, sampai akhirnya dia mencapai tingkat tertinggi pencapaiannya.
Dan konon cerita, Lemahabang- Cawitali ini adalah salah satu tempat  yang pernah di singgahi syekh siti jenar sewaktu melakukan perjalanan  dari  demak  jawa tengah,menuju banten jawa barat,,,Warga desa lemah abang menyebut tempat yang di anggap salah satu central beristirahatnya syekh siti jenar dengan nama  “petilasan DEPOK”dan bukti yang menguatkan bahwa depok adalah petilasan  “tempat singgah” syekh siti jenar adalah Seperti di petilasan Petilasan syeh siti jenar yang lain seperti di demak,Di cirebon dan di bekasi - jawa barat,tempat singgahnya selain gua gua untuk tasawuf,juga kanjeng syeh siti jenar memilih tempat yang benar benar hening,dan di dukuh lemahabang tempat ini berada di sisi barat bukit di tengah lengkungan sungai yang pada masa itu benar – benar  hampir  tak terjamah manusi lain,,Ada dua makam yang ada di petilasan tersebut,makam yang pertama berada tepat di pintu masuk petilasan dan makam kedua ada di dalam pelataran petilasan, tak banyak yang tau makam siapa yg ada di petilasan depok itu,dan oang orang hanya memperkirakan bahwa makam tersebut adalah makam santri2 pengikut kanjeng Syeh siti jenar yang meninggal di tempat ini masa itu.dan yang tak banyak di ketahui orang orang adalah adanya satu makam yang hanya bisa di lihat oleh orang orang yang mempunyai kelebihan atau  orang yang punya tingkat kasyaf yang tinggi,yaitu ( makam keramat )…
Dari Penuturan Sesepuh desa yang ceritanya masih di dengar dari generasi ke generasi  mengisahkan Bahwa Sebelum Kehadiran kanjeng syeh Siti jenar ke  Pedukuhan Lemahabang - cawitali,Dahulunya wilayah  ini bernama Dukuh Keputihan,nama dukuh lemahabang baru muncul setelah kehadiran syeh siti jenar yang singgah ke tempat ini untuk beristirahat.

Tetapi tidak terlepas dari ajaran ajaran islam yang di bawa oleh Syekh siti jenar dan juga budaya islam yang di junjung oleh sunan kali jaga,dan perkembangan ajaran islam modern yang berkembang pesat di ,Di  jaman yang sudah modern seperti sekarang, warga desa Lemahabang cawitali ,masih tetap memperingati Acara tahunan menyambut tahun baru islam,1 muharram bernuansakan kejawen islam yang di selenggarakan setiap tanggal 10 syuro dengan ACARA sedekah bumi,dan biasanya menggelar tahlil dan istighosah bersama di petilasan Depok,,,
Dan  adapun cerita tentang  asal muasal desa lemahabang cawitali, yang mengkaitkan tentang era pewayangan  LEgendfa adipati kumbo karno, yang menjadi symbol  beberapa tempat tersebut, adalah adanya Kali kumisik yang melintasi desa cawitali dengan Tiga air terjun menjulang,dan beberapa Arca yang masih kokoh berdiri di wilayah lemahabang Di antaranya Arca Ula ( BATU ULAR) Arca jaran sembrani,Watu Sepur ( Batu Kereta) .

Pada Intinya  postingan saya kali ini, masih sedang dalam proses pencarian sumber terpercaya tentang Asal usul yang lebih dapat di terima nalar untuk lebih mengkaitkan Antara legenda Pewayangan Adipati Kumbokaro ataukah sejarah kanjeng syeh siti jenar yang menjadi Asal muasal adanya nama Desa lemahabang Cawitali,karena dari beberapa orang yang saya datangi belum ada yang bercerita detiel tentang sejarahnya …

Semoga bermanfaat…..